makna-makna ayat al-quran
Selasa, 19 November 2013
isi kandungan surah At-Tin
Isi kandungan :
Surat At-Tiin (surat yang ke 95) terdiri dari 8 ayat, turun setelah surat Al-Buruuj. Surat At-Tiin termasuk ke dalam kelompok surat Makkiyah karena turun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke kota Madinah. Nama surat ini diambil dari kata at-tiin yang terdapat pada ayat pertama yang berarti buah tin.
Isi kandungan QS. At-Tiin adalah sebagai berikut :
1. Buah tin dan zaitun merupakan kinayah (ungkapan) tentang Damaskus (tempat diutusnya Nabi Nuh as) dan Baitul Maqdis (tempat diutusnya Nabi Isa as).
2. Bukit Sinai yaitu sebuah gunung (bukit) tempat Allah berbicara langsung kepada Nabi Musa as.
3. Yang dimaksud dengan negeri yang aman adalah Kota Mekkah. Allah bersumpah dengan tiga tempat tersebut sebagai isyarat perintah untuk mengetahui dan mempercayai turunnya wahyu Allah kepada para Ulul ‘Azmi dari kalangan Rasul
4. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling baik diantara makhluk lainnya, baik secara jasmaniah maupun rohaniah. Ia dapat berdiri tegak, berbicara, berilmu, mengatur lagi bijak. Hal itu disebabkan manusia dibekali dengan akal pikiran dan hati yang dapat berfungsi dengan baik. Sehingga memungkinkan bagi manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi ini.
5. Manusia akan berubah menjadi makhluk yang hina dan rendah derajatnya di hadapan Allah apabila ia tidak bersyukur, selalu bermaksiat, dan tidak mentaati perintah Allah SWT. Tempat kembalinya adalah neraka yang menyengsarakan.
6. Manusia yang akan selamat dari kehinaan adalah orang yang beriman dengan sungguh-sungguh dan membuktikannya dengan ibadah dan amal shaleh. Mereka akan mendapatkanpahala yang tidak ada putus-putusnya, yaitu balasan surga dengan segala kenikmatannya dan kekal di dalamnya.
7. Melalui Rasulullah sebagai pembawa risalah dan uswatun hasanah, kita menjadi tahu tentang ajaran Islam. Kita tidak boleh mendustakan ajaran yang dibawa oleh beliau, karena mendustakan ajarannya berarti sama saja mendustakan Allah dan balasannya adalah neraka.
8. Allah adalah hakim yang paling adil, manusia akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang telah diusahakannya salama hidup di dunia. Jika baik amalnya maka akan dibalas dengan kebaikan pula yaitu surga dan ridho-Nya, dan jika buruk amalnya maka akan mendapat balasan yang buruk pula yaitu neraka dan murka-Nya
Makna Surat Ar-Rahman
Arti :Yang Maha Pemurah
Klasifikasi :Madaniyah,Makkiyah
Surah ke :55
Juz :Juz 27
*******************************************************************************
Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah SWT. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia.
Pokok-Pokok Isi
* Keimanan
o Allah mengajar manusia pandai berbicara
o Pohon- pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah
o Seluruh alam merupakan nikmat Allah terhadap ummat manusia
o Manusia diciptakan dari tanah sedangkan jin dari api
* Hukum-hukum
Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.
* Lain-lain
o Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah s.w.t.
o Banyak dari ummat manusia yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan
o Peristiwa tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal-hal itu benar- benar terjadi seperti tentang Terusan Suez dan Terusan Panama.
SUMBER:
* Meaning of the Name 'Ar-Rahman' along with the other 98 commonly used Names at GuidedWays.com
* Read Surah Ar-Rahman in many languages www.SearchTruth.com
* Ar-Rahman at Sacred Texts
* Al-Rahman on Al-Islam.org
* Ar-Rahman at Altafsir.com
* onlineQuran Read the Quran online.
* WIKIPEDIA
***************************************
TERJEMAHAN:
Surah Ar Rahman
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,(1)
Yang telah mengajarkan Al Qur'an.(2)
Dia menciptakan manusia,(3)
Mengajarnya pandai berbicara.(4)
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.(5)
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.(6)
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).(7)
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.(8)
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.(9)
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya).(10)
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.(11)
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.(12)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(13)
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,(14)
Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.(15)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(16)
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.(17)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(18)
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,(19)
Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.(20)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(21)
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.(22)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(23)
Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.(24)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(25)
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.(26)
Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.(27)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(28)
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.(29)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(30)
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.(31)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(32)
Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.(33)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(34)
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (daripadanya).(35)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(36)
Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.(37)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(38)
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.(39)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(40)
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.(41)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(42)
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.(43)
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.(44)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(45)
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.(46)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(47)
kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.(48)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(49)
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.(50)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(51)
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.(52)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(53)
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.(54)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(55)
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.(56)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(57)
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.(58)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(59)
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).(60)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(61)
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.(62)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(63)
kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.(64)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(65)
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.(66)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(67)
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.(68)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(69)
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.(70)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(71)
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.(72)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(73)
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.(74)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(75)
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.(76)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(77)
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.(78)
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,(QS. 55:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Rahmaan 1 - 2
الرَّحْمَنُ (1) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (2)
Pada ayat ini Allah yang Maha Pemurah menyatakan bahwa Dia telah mengajar Muhammad saw Alquran dan Muhammad telah mengajarkan umatnya. Ayat ini turun sebagai bantahan bagi penduduk Mekah yang mengatakan:
إنما يعلمه بشر
Artinya:
Sesungguhnya Alquran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)".
(Q.S. An Nahl: 103)
Oleh karena isi ayat ini mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas hamba-Nya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajar Alquran. Maka manusia dengan mengikuti ajaran Alquran akan berbahagialah di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh pada petunjuk-petunjuk Nya niscaya akan tercapailah tujuan di kedua tempat tersebut. Alquran adalah induk kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada sebaik-baik makhluk Allah yang berada di bumi ini.
******************************************************************
1. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).
2. Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).
3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jangan tinggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat dengan-Nya daripadanya. Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab: Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).
************************************************************************
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(QS. 55:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Rahmaan 13
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (13)
Allah menantang manusia dan jin; nikmat manakah dari nikmat-nikmat yang telah mereka rasakan itu yang mereka dustakan. Yang dimaksud dengan pendustaan nikmat-nikmat tersebut adalah kekafiran mereka terhadap Tuhan mereka, karena mempersekutukan tuhan-tuhan mereka dengan Allah. Dalam peribadatan adalah bukti tentang kekafiran mereka terhadap tuhan mereka, karena nikmat-nikmat itu harus disyukuri, sedangkan syukur artinya menyembah Yang Memberi nikmat-nikmat kepada mereka.
Ayat tersebut diulang-ulang dalam surah ini tigapuluh satu kali banyaknya untuk memperkuat tentang adanya nikmat dan untuk memperingatkannya. Dari itu, sambil Dia menyebut satu persatu dari nikmat-nikmat tersebut Dia memisahkannya dengan kata-kata memperingati dan memperkuat tentang adanya nikmat-nikmat tersebut.
Susunan kata serupa ini banyak terdapat dalam bahasa Arab, dari itu, telah menjadi kebiasaan bahwa seorang mengatakan kepada temannya yang telah menerima kebaikannya, tetapi ia mengingkarinya,
"Bukankah engkau dahulu miskin, lalu aku menolongmu sehingga berkecukupan? Apakah engkau mengingkarinya? Bukankah engkau dahulu tidak berpakaian, maka aku memberi pakaian; apakah engkau mengingkarinya? Bukankah engkau dahulu tidak dikenal, maka aku mengangkat derajatmu, lalu engkau menjadi dikenal apakah engkau mengingkarinya?".
Seakan-akan Allah SWT berkata, "Bukankah Aku menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara, Aku jadikan matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, Aku jadikan bermacam-macam kayu-kayuan, Aku jadikan aneka ragam buah-buahan, baik di dusun-dusun maupun di bandar-bandar untuk mereka yang beriman dan kafir kepada Ku, terkadang Aku menyiraminya dengan air hujan, adakalanya dengan air sungai dan alur-alur; apakah kamu hai manusia dan jin mengingkari yang demikian itu?".
**********************************************************************
sumber:
1.Departemen Agama
2.http://masjamal.wordpress.com/2008/06/29/keutamaan-surat-ar-rahman/#comment-180
**********************************************************************
'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''
Klasifikasi :Madaniyah,Makkiyah
Surah ke :55
Juz :Juz 27
*******************************************************************************
Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah SWT. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia.
Pokok-Pokok Isi
* Keimanan
o Allah mengajar manusia pandai berbicara
o Pohon- pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah
o Seluruh alam merupakan nikmat Allah terhadap ummat manusia
o Manusia diciptakan dari tanah sedangkan jin dari api
* Hukum-hukum
Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.
* Lain-lain
o Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah s.w.t.
o Banyak dari ummat manusia yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan
o Peristiwa tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal-hal itu benar- benar terjadi seperti tentang Terusan Suez dan Terusan Panama.
SUMBER:
* Meaning of the Name 'Ar-Rahman' along with the other 98 commonly used Names at GuidedWays.com
* Read Surah Ar-Rahman in many languages www.SearchTruth.com
* Ar-Rahman at Sacred Texts
* Al-Rahman on Al-Islam.org
* Ar-Rahman at Altafsir.com
* onlineQuran Read the Quran online.
* WIKIPEDIA
***************************************
TERJEMAHAN:
Surah Ar Rahman
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,(1)
Yang telah mengajarkan Al Qur'an.(2)
Dia menciptakan manusia,(3)
Mengajarnya pandai berbicara.(4)
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.(5)
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.(6)
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).(7)
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.(8)
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.(9)
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya).(10)
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.(11)
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.(12)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(13)
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,(14)
Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.(15)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(16)
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.(17)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(18)
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,(19)
Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.(20)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(21)
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.(22)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(23)
Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.(24)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(25)
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.(26)
Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.(27)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(28)
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.(29)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(30)
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.(31)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(32)
Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.(33)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(34)
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (daripadanya).(35)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(36)
Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.(37)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(38)
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.(39)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(40)
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.(41)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(42)
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.(43)
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.(44)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(45)
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.(46)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(47)
kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.(48)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(49)
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.(50)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(51)
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.(52)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(53)
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.(54)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(55)
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.(56)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(57)
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.(58)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(59)
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).(60)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(61)
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.(62)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(63)
kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.(64)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(65)
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.(66)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(67)
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.(68)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(69)
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.(70)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(71)
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.(72)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(73)
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.(74)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(75)
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.(76)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(77)
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.(78)
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,(QS. 55:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Rahmaan 1 - 2
الرَّحْمَنُ (1) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (2)
Pada ayat ini Allah yang Maha Pemurah menyatakan bahwa Dia telah mengajar Muhammad saw Alquran dan Muhammad telah mengajarkan umatnya. Ayat ini turun sebagai bantahan bagi penduduk Mekah yang mengatakan:
إنما يعلمه بشر
Artinya:
Sesungguhnya Alquran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)".
(Q.S. An Nahl: 103)
Oleh karena isi ayat ini mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas hamba-Nya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajar Alquran. Maka manusia dengan mengikuti ajaran Alquran akan berbahagialah di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh pada petunjuk-petunjuk Nya niscaya akan tercapailah tujuan di kedua tempat tersebut. Alquran adalah induk kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada sebaik-baik makhluk Allah yang berada di bumi ini.
******************************************************************
1. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).
2. Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).
3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jangan tinggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat dengan-Nya daripadanya. Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab: Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).
************************************************************************
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(QS. 55:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Rahmaan 13
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (13)
Allah menantang manusia dan jin; nikmat manakah dari nikmat-nikmat yang telah mereka rasakan itu yang mereka dustakan. Yang dimaksud dengan pendustaan nikmat-nikmat tersebut adalah kekafiran mereka terhadap Tuhan mereka, karena mempersekutukan tuhan-tuhan mereka dengan Allah. Dalam peribadatan adalah bukti tentang kekafiran mereka terhadap tuhan mereka, karena nikmat-nikmat itu harus disyukuri, sedangkan syukur artinya menyembah Yang Memberi nikmat-nikmat kepada mereka.
Ayat tersebut diulang-ulang dalam surah ini tigapuluh satu kali banyaknya untuk memperkuat tentang adanya nikmat dan untuk memperingatkannya. Dari itu, sambil Dia menyebut satu persatu dari nikmat-nikmat tersebut Dia memisahkannya dengan kata-kata memperingati dan memperkuat tentang adanya nikmat-nikmat tersebut.
Susunan kata serupa ini banyak terdapat dalam bahasa Arab, dari itu, telah menjadi kebiasaan bahwa seorang mengatakan kepada temannya yang telah menerima kebaikannya, tetapi ia mengingkarinya,
"Bukankah engkau dahulu miskin, lalu aku menolongmu sehingga berkecukupan? Apakah engkau mengingkarinya? Bukankah engkau dahulu tidak berpakaian, maka aku memberi pakaian; apakah engkau mengingkarinya? Bukankah engkau dahulu tidak dikenal, maka aku mengangkat derajatmu, lalu engkau menjadi dikenal apakah engkau mengingkarinya?".
Seakan-akan Allah SWT berkata, "Bukankah Aku menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara, Aku jadikan matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, Aku jadikan bermacam-macam kayu-kayuan, Aku jadikan aneka ragam buah-buahan, baik di dusun-dusun maupun di bandar-bandar untuk mereka yang beriman dan kafir kepada Ku, terkadang Aku menyiraminya dengan air hujan, adakalanya dengan air sungai dan alur-alur; apakah kamu hai manusia dan jin mengingkari yang demikian itu?".
**********************************************************************
sumber:
1.Departemen Agama
2.http://masjamal.wordpress.com/2008/06/29/keutamaan-surat-ar-rahman/#comment-180
**********************************************************************
'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''
Jumat, 08 November 2013
Makna Suroh Al-Baqarah ayat 153 - 157
يَا
أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاَةِ إِنَّ
اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْن
(153)
Wahai orang-orang
yang beriman! Mohonlah
pertolongan dengan sabar dan
shalat; sesung-guhnya Allah adalah beserta
orang-orang
yang sabar.
وَلاَ
تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُقْتَلُ فِيْ سَبيْلِ اللهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَ
لَكِنْ لاَّ تَشْعُرُوْن
(154)
Dan janganlah kamu katakan terhadap orang yang
terbunuh di jalan Allah bahwa mereka mati. Bahkan mereka hidup, akan tetapi
kamu tidak merasa.
وَ
لَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَ الْجُوْعِ وَ نَقْصٍ مِّنَ
الْأَمَوَالِ وَ الْأنْفُسِ وَ الثَّمَرَاتِ وَ بَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ
(155)
Dan sesungguhnya akan Kami beri kamu percobaan dengan
sesuatu dari ketakutan dan kelaparan dan kekurangan dari harta benda dan
jiwa-jiwa dan buah buahan; dan berilah khabar yangmenyukakan kepada orang
yang sabar.
اَلَّذِيْنَ
إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا ِللهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ
رَاجِعُوْنَ
(156)
(Yaitu) orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka
suatu musibah, mereka berkata: Sesungguhnya kita ini dari Allah, dan
sesungguhnya kepadaNyalah kita semua akan kembali.
أُولَئِكَ
عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَ رَحْمَةٌ وَ أُولَئِكَ هُمُ
الْمُهْتَدُوْنَ
(157)
Mereka itu, akan dikurniakan atas mereka
anugerah-anugerah dari Tuhan mereka dan rahmat, dan mereka itulah
orang-orang yang akan mendapat petunjuk.
Menghadapi
Percobaan Hidup
Pada
ayat-ayat yang di atas telah dijanjikan Tuhan bahwa nikmat itu akan
terus-menerus disempurnakan, Nikmat pertama dan utama ialah diutusnya
Rasulullah s.a w. menjadi Rasul Beliaulah yang akan memimpin perjuangan
selanjutnya. Sebab itu tetaplah mengingat Allah supaya Allah ingat pula akan
kamu dan syukurilah nikmatNya, jangan kembali kepada kufur, yaitu melupakan
jasa dan tidak mengingat budi
Dengan
perubahan kiblat setelah berasa di Madinah 16 atau 17 bulan kamu telah
dibawa melangkah lebih maju Akhirnya kelak kemenangan yang gilang-gemilang
akan diberikan Tuhan kepada kamu. Tetapi adalah satu syarat utama yang wajib
kamu penuhi. Sebab perobahan-perobahan besar dan kejadian yang akan
diberikan Tuhan kelak kepadamu itu bukanlah terletak di atas talam, perak,
lalu dihidangkan saja kepadamu. Melainkan amat bergantung kepada usaha dan
semangat kegiatanmu sendiri. Maka peristiwa-peristiwa yang dahsyat akan
bertemulah oleh kamu dalam Shirathal Mustaqim yang kamu lalui itu. Syarat
utama itu ialah :
يَا
أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاَةِ إِنَّ
اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْن
"Wahai orang-orang yang beriman ! Mohonlah pertolongan
dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
(ayat 153).
Maksud ini
adalah maksud yang besar. Suatu cita-cita yang tinggi. Menegakkan kalimat
Allah, memancarkan tonggak Tauhid dalam alam. Membanteras perhambaan diri
kepada yang selain Allah. Apabila langkah ini telah dimulai, halangannya
pasti banyak, jalannya pasti sukar. Bertambah mulia dan tinggi yang dituju,
bertambah sukarlah dihadapi. Oleh sebab itu dia meminta semangat baja, hati
yang teguh dan pengorbanan-pengorbanan yang tidak mengenal lelah. Betapapun
mulianya cita-cita, kalau hati tidak teguh dan tidak ada ketahanan, tidaklah
maksud akan tercapai. Nabi-nabi yang dahulu daripada Muhammad s.a.w:
semuanya telah menempuh jalan itu dan semuanya menghadapi kesulitan.
Kemenangan
mereka hanya pada kesabaran. Maka kamu orang yang telah menyatakan iman
kepada Muhammad wajiblah sabar, sabar menderita, sabar menunggu hasilnya apa
yang dicita-citakan. Jangan gelisah tetapi hendaklah tekap hati.
Sampai
seratus satu kali kalimat sabar tersebut dalam al-Quran. Hanya dengan sabar
orang dapat mencapai apa yang dimaksud. Hanya dengan sabar orang bisa
mencapai derajat Iman dalam perjuangan. Hanya dengan sabar menyampaikan
nasihat kepada orang yang lalai. Hanya dengan sabar kebenaran dapat
ditegakkan.
Lebih 25
tahun Ya'kub sabar menunggu pulang anaknya yang hilang, sampai berputih mata;
akhirnya anaknya Yusuf kembali juga. Tujuh tahun Yusuf menderita penjara
karena fitnah; dengan sabarnya dia jalani nasibnya; akhirnya dia dipanggil
buat menjadi Menteri Besar.
Bertahun
Ayub menderita penyakit , sehingga tersisih dari anak isteri; akhirnya
penyakitnya disembuhkan Tuhan dan setelah pulang ke rumah didapatinya anak
yang 10 telah menjadi20, karena semua sudah kawin dan sudah beranak pula.
Ibrahim dapat menyempurnakan kalimat-kalimat ujian Tuhan karena sabar.
Demikianlah Musa dengan Bani-Israil. Ismail membangun angkatan Arab yang
baru. Isa Almasih dengan Hawariyin semuanya dengan sabar.
Ada Nabi
yang nyaris kena hukuman karena tidak sabar; yaitu Nabi Yunus.
Ditinggalkannya kaumnya karena seruannya tidak diperdulikan. Maka buat
melatih jiwa dia ditakdirkan masuk perut ikan beberapa hari lamanya. Tetapi
keluar dari sana dia membangun diri lagi dengan kesabaran.
Sebab itu
sabarlah perbentengan diri yang amat teguh.
Sabar memang
berat dan sabar memanglah tidak terasa apa faedahnya jlka bahaya dan
kesulitan belum datang. Apabila datang suatu marabahaya atau
suatu musibah dengan tiba-tiba,
dengan tidak disangka-sangka, memang timbullah perjuangan dalam batin.
Perjuangan yang amat hebat. Tarik menarik di antara kegelisahan dengan
ketenangan.
Kita gelisah, namun hati kecil
kita sendiri tidaklah senang akan kegelisahan itu. Suatu waktu orang yang
belum juga menang ketenangannya atas kegelisahannya bisa jadi memandang
gelap hidup ini, sehingga dari sangat gelapnya mau rasanya mati saja.
Mungkin dengan mati kesulitan itu akan habis, lalu dia membunuh diri.
Seseorang yang tengah diperiksa
polisi karena suatu tuduhan kejahatan, padahal dia merasa tidak bersalah,
ada yang silap sehingga dia ingin hendak membunuh diri. Katanya setelah saya
mati nanti, mereka akan dapat membuktikan juga bahwa saya tidak salah dalam
hal ini. Lantaran itu dalam sangatnya pemeriksaan itu, polisi menjaga
benar-benar supaya barang-barang yang tajam, sampai pisau silet penculcur
janggut, dijauhkan daripadanya.
Sudah kita katakan, hati kecil
yang di dalam tidaklah suka akan kegelisahan itu. Maka hati kecil yang di
dalam itulah yang harus ditenangkan. Sebab itu dalam saat yang demikian
sabar tadi tidak boleh dipisahkan dengan
shalat!
Ingat Tuhan! Hati kecil
yang telah dikepung oleh kegelisahan dan kekacauan itu harus dibebaskan dari
kepungan itu. Lepaskan dia menghadap Tuhan;
Allahu Akbar!
Allah Maha Besar !
Mengapa aku mesti gelisah? Padahal
buruk clan baik adalah giiiran masa yang pasti atas diriku, bukankah dahulu
dari ini aku disenangkanNya? mengapa aku demikian bodoh, sampai
terangan-angan dalam perasaan hendak mem bunuh diri? Bukankah dengan
membunuh diri keadaanku di akhirat, di seberang maut itu, akan lebih lagi
menghadapi kemurkaan Tuhan?
Allahu Akbar!
Allah Maha Besar!
Segala urusan dunia ini adalah
kecil belaka. Kesulitan yang aku hadapipun soal kecil saja bagi Tuhan,
akupun akan memandangnya kesulitan yang kecil saja. Aku memandangnya soal
besar, sebab aku tidak insaf bahwa jiwaku kecil. Aku gelisah lantaran
kesulitan. Aku mesti mencari di mana sebabnya, kemudian ketahuanlah
sebabnya. Yaitu ada sesuatu selain Allah yang mengikat hatiku. Mungkin
hartabenda, mungkin kemegahan dunia, mungkin pangkat dan kedudukan dan
mungkin juga yang lain. Sehingga aku lupa samasekali tujuan hidupku yang
sebenarnya, yaitu Tuhan dengan keredhaanNya, sebab itu aku mesti shalat.
Maka apabila ketenangan telah
diperteguh dengan shalat, kemenangan pastilah datang. Sabar dan shalat;
keduanya mesti sejalan. Apabila kedua resep ini telah dipakai dengan setia
dan yakin, kita akan merasa bahwa kian lama hijab dinding kian terbuka.
Berangsur-angsur jiwa kita terlepas dari belenggu kesulitan itu sebab Tuhan
telah berdaulat dalam hati kita.
Waktu itupun baru kita ketahui
bahwa kita terjatuh ke dalam kesulitan tadi, ialah karena pengaruh yang lain
telah masuk ke dalam jiwa; terutama syaitan, Yang ingin sekali kita hancur.
Maka berangsurlah naik sari cahaya iman kepada waja. Barulah berarti kembali
segala ayat-ayat yang kita baca, sampai huruf-huruf dan baris dan titiknya.
Kita telah kuat kembali dan kita telah tegak. Kita telah mendapat satu
kekayaan, yang langit dan bumipun tidak seimbang
buat menilai
harganya. Di sinilah terasa ujung ayat:
إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْن
"Sesungguhnya Allah
adalah
beserta
orang-orang yang sabar." (ujung ayat 153).
Apakah yang
engkau takutkan kepada hidup ini, kalau Allah telah menjamin bahwa Dia ada
beserta engkau? Orang yang ditimpa oleh suatu percobaan yang membuat jiwa
jadi gelisah, kemudian berpegang teguh kepada ayat ini, membenteng diri
dengan sabar dan shalat, dengan berangsur timbullah fajar harapan dalam
hidupnya. Kelihatan dari luar dia dalam kesepian, padahal dia merasa ramai,
sebab dia bersama Tuhan. Belenggu biar dipasang pada tangannya, namun
jiwanya merasa bebas. Pagar besi membatasi jasmaninya dengan dunia luar,
tetapi ayat-ayat al-Quran membawa jiwanya membumbung naik melintas ruang
angkasa dalam dia mengerjakan shalat. Lantaran ini ketakutanpun hilanglah
dan keberanian timbul.
Kalau mati
dalam menegakkan cita-cita, ataupun terbunuh, hati bimbang tidak ada lagi.
Sebab bagi orang yang telah merasa.dirinya dekat dengan Allah, batas di
antara hidup dengan mati tidak ada lagi. Hidup itu sendiri tidak ada artinya
kalau jauh dari Tuhan.
Maka
datanglah sambungan ayat:
وَلاَ
تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُقْتَلُ فِيْ سَبيْلِ اللهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَ
لَكِنْ لاَّ تَشْعُرُوْن
"Dan janganlah kamu katakan terhadap orang yang terbunuh pada jalan Allah
bahwa mereka mati.
Bahkan
mereka hidup, akan tetapi, kamu tidak merasa."
(ayat 154).
Dengan ayat
ini, kemenangan jiwa karena sabar dan shalat tadi diberi lagi pengharapan
baru. Pengharapan yang langsung diberi Tuhan. Jangan takut dan jangan
gelisah jika terbunuh atau mati karena menegakkan jalan Allah, karena yakin
bahwa yang ditempuh adalah jalan yang benar. Jangan gelisah. Sebab orang
yang mati pada menjalani jalan Allah itu bukanlah mati, tetapi hidup terus.
Cuma kamu juga yang tidak merasa. Tetapi kalau kamu pelajari dengan seksama,
akhirnya kamupun akan merasakan bahwa mereka masih hidup; hidup terus.
Bermacam
tafsir ahli tafsir tentang makna hidupnya orang yang terbunuh atau menjadi
kurban dari menegakkan jalan Allah itu.
Kata
setengahnya, walaupun badannya telah hancur dalam kubur namun namanya tetap
hidup. Namanya itu memberikan ilham atau inspirasi kepada pejuang yang
meneruskan citanya. Kata setengahnya pula, badannya yang mati, namun fikiran
dan citanya, terus hidup. Karena apalah arti hidup kalau bukan karena
cita-cita ? Jasmaninya hilang namun isi citanya terus hidup dan dilanjutkan
oleh yang datang di belakang. Bukankah manusia itu datang silih berganti,
dan yang mereka perjuangkan ialah cita-cita yang tidak pernah mati?
Ada pula
yang menafsirkan bahwa Roh manusia itupun mempunyrai bentuk halus serupa
dengan bentuk tubuhnya. Maka jika tubuh telah hancur Roh itu tetap ada dalam
kehidupannya yang menyerupai ether. Maka bentuk Roh yang bersifat ether itu
tidak berubah, tidak berganti-ganti dan tidak musnah. Sedang tubuh kasar
manusia, walaupun sebelum dia mati tetap berganti dan berubah. Kekuatan
ether itu kata ahli ilmu alam dapat mempengaruhi tubuh yang lain,
baik yang
kasar ataupun yang halus; sedangkan ruang yang luas ini diisi selalu oleh
ether. Sehingga dengan perantaraan ether itulah cahaya bisa menembus
dari matahari ke dalam tingkat-tingkat udara.
Demikian
kata ahli-ahli tafsir modern Dalam satu Hadits riwayat.Muslim ada pula
mengatakan bahwa Roh orang-orang yang syahid itu diletakkan dalam
tenggorokan burung yang hijau dalam syurga, artinya dipelihara baik-baik.
Demikianlah
bunyi penafsiran. Tetapi apabila kita berpegang teguh dengan mazhab Salaf,
tidaklah layak kita menetapkan salah satu dari tafsir itu. Bahkan kita
langsung memegang apa yang dikatakan al-Quran; orang yang terbunuh
pada.jalan Allah tidaklah mati, melainkan hidup. Malahan di ayat lain, yaitu
Surat ali Imran (Surat 3) ayat 160, ditegaskan lagi bahwa mereka terus
diberi rezeki.
Bagaimana
hidupnya? Di mana dia sekarang? Bagaimana pula macam rezekinya? Tidaklah
dapat kita ketahui, tetapi kita percaya.
Ahli-ahli
Tasauf mencoba juga memecahkan soal ini dengan jalan ridha; Imam Ghazali
dalam kitabnya Bidayatul Hidayah menerangkan pengalaman seorang ayah yang
shalih yang anaknya mati syahid dalam satu peperangan. Pada suatu hari dia
mengalami, puteranya itu datang dan singgah ke rumahnya dalam keadaan dia
setengah bermimpi. Ayahnya bertanya mengapa pulang? Anak itu menjawab bahwa
dia hanya singgah sebentar ke rumah menziarahi ayahnya, sebab dia beberapa
teman Syuhada,. turun ke dunia kita ini karena ikut bersama-sama
menyembahyangkan jenazah Khalifah Umar bin Abdu! Aziz. Dan akan segera
kembali ke alamnya. lbnul Qayyim banyak juga menceritakan hal-hal serupa
ini dalam kitabnya yang bernama al-Arwah.
Pendeknya
hal yang begitu telah termasuk alam lain, yang.kita percayai. Tentang
bagaimana keadaan yang sebenarnya, apakah di dekat kita ini penuh dengan
Roh-roh Syuhada, atau ether. Roh orang mati syahid, kita tidak tahu. Karena
hidup kita yang sekarang ini masih terkongkong oleh alam Syahadah, alam
nyata.
Kemudian itu
Tuhan teruskan lagi peringatanNya kepada kaum mu'min:
وَ
لَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ
"Dan sesungguhnya
akan Kami beri kamu percobaan dengan sesuatu." (pangkal ayat 155).
Dengan
sesuatu, yaitu dengan aneka warna,
مِّنَ
الْخَوْفِ
"dari ke
takutan," yaitu ancaman-ancaman musuh atau bahaya penyakit dan sebagainya,
sehingga timbul selalu rasa cemas dan selalu terasa ada ancaman. Yang
berlaku di zaman Nabi ialah ancaman orang musyrik dari kota Makkah, ancaman
kabilah-kabilah Arab dari luar kota Madinah yang selalu bermalaud hendak
menyerang Madinah, ancaman fitnah orang Yahudi yang selalu mengintai
kesempatan dan ancaman orang munafik, dan ancaman bangsa Rum yang berkuasa
di utara waktu itu.
وَ
الْجُوْعِ
"Dan kelaparan"
termasuk kemiskinan sehingga persediaan makanan sangat berkurang.
وَ
نَقْصٍ مِّنَ الْأَمَوَالِ
"Dan kekurangan dari
hartabenda."
Sebab
umumnya sahabat-sahabat Rasulullah yang pindah dari Makkah ke Madinah itu
hanya batang tubuhnya saja yang keluar dari sana; hartabenda tidak bisa
dibawa;
وَ
الْأنْفُسِ
"dan jiwa-jiwa, "
ada yang
kematian keluarga, anak dan isteri dan bapak, sehingga hidup melarat
terpencil kehilangan keluarga di tempat kediaman yang baru;
وَ
الثَّمَرَاتِ
"dan buah-buahan,"
karena tidak
lagi mempunyai kebun kebun yang luas, terutama pohon kurma, yang menjadi
makanan pokok pada masa itu. Semuanya itu akan kamu derita ! .
Demikian
sabda Tuhan. Tetapi derita itu tidak lain ialah karena menegakkan cita-cita.
وَ
بَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ
"Dan berilah
khabar yang menyukakan kepada orang-orong yang sabar."
(ujung ayat 155).
Setelah di
ayat 153 tadi dinyatakan kepentingan sabar dan shalat, di ayat ini diulangi
lagi bahaya-bahaya, percobaan dan derita yang akan mereka tempuh. Disebut
pahitnya sebelum manisnya. Orang yang akan menempuh derita itu hendaklah
sabar.
Hanya dengan
sabar semuanya itu akan dapat diatasi. Karena kehidupan itu tidaklah membeku
demikian saja. Penderitaan dirasai dengan merata. Nabi Muhammad s.a.w.
sendiri dalam peperangan Uhud kehilangan pamannya yang dicintainya Hamzah
bin Abdul Muthalib. Maka apabila mereka sabar menahan derita, selamatlah
mereka sampai kelak ke seberang cita-cita. Tidak ada cita-cita yang akan
tercapai dengan tidak memberikan pengorblnan. Berilah khabar kesukaan kepada
mereka yang sabar itu.
اَلَّذِيْنَ
إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا ِللهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ
رَاجِعُوْنَ
"(Yaitu) orang -orang
yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah, mereka berkata:
Sesungguhnya kita ini dari Allah, don sesungguhnya kepadaNyalah kita semua
akan kembali." (ayat 156).
Ucapan yang begini
mendalam, tidaklah akan keluar dari dalam lubuk hati kalau tidak menempuh
latihan. Khabar kesukaan apakah yang dijanjikan buat mereka ?
أُولَئِكَ
عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَ رَحْمَةٌ
"Mereka itu,
akan dikurniakan atas mereka anugerah-anugerah dari Tuhan mereka, dan rahmat.
"(pangkal
ayat 157).
Inilah
khabar kesukaan untuk mereka. Pertama mereka akan diberi kurnia anugerah:
dalam bahasa aslinya shalawat. Dari kata shalat. Kalau kita makhluk ini yang
mengerjakan shalat terhadap Allah, artinya telah berdoa dan shalat. Kalau
kita mengucapkan shalawat kepada Rasul, ialah memohon, kepada Allah agar
Nabi kita Muhammad s.a.w. diberi kurnia dan kemuliaan. Tetapi kalau Tuhan
Allah yang memberikan shalawatNya kepada kita, artinya ialah anugerah
perlindunganNya. Kemudian itu menyusul Rahmat, yaitu kasih-sayang.
وَ
أُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
"Dan mereka itulah orang-orang yang akan mendapat
petunjuk."
(ujung ayat 157).
Maka dengan
ketabahan hati menghadapi, lalu mengatasi kesukaran dan kesulitan dan derita,
untuk menempuh lagi penderitaan lain, perlindungan Tuhan datang, rahmatNya
meliputi dan petunjukpun diberikan. Jiwa bertambah lama bertambah teguh,
karena sudah senantiasa digembleng dan disaring oleh zaman.
Dengan ini
diberikan ketegasan kepada kita, apakah keuntungan yang akan kita dapat
kalau kita tahan menderita dan sanggup mengatasi penderitaan itu, atau lulus
dari dalamnya dengan selamat? Pertama Tuhan memberikan ShalawotNya kepada
kita, artinya bahwa kita dipelihara dan dijamin. Kedua kita diberi limpahan
Rahmat, yaitu kasih-sayang yang tidak putus-putus. Tidak
cukup hanya
sehingga diberi Shalowat dan Rahmat, bahkan dijanjikan lagi
dengan yang lebih mulia, yaitu diberi petunjuk di dalam menempuh jalan
bahagia ini, sehingga sampai dengan selamat kepada yang dituju.
Ini telah
terjadi pada kehidupan Nabi-nabi, setiap mereka lepas dari satu ujian
Mihnah , mereka naik guna mencapai anugerah Minhah yang baru
Demikian juga kehidupan ulama-ulama yang menerima warisan Nabi-nabi.
Semua ayat
ini rnasihlah dalam rangka peralihan kiblat itu; intisarinya tuntunan dalam
perjuangan. Dan Islam tidaklah akan tegak, kalau Roh jihad ini tidak selalu
diapikan pada diri dan pada ummat. Dan kesulitan, kesukaran, kekurangan
sebagai Yang disebutkan Allah itu akan selaluiah ada. Bahagialah ummat yang
dapat mengambil pedoman daripada ayat-ayat ini.
Mungkin
timbul rasa musykil dari pertanyaan orang: "Mungkinkah kita mengelakkan diri
dari perasaan sedih atau susah karena ditimpa musibah?" Jawabnya sudah
pasti, yaitu rasa sedih dan susah mesti ada. Sedangkan Nabi s.a.w. kematian
puteranya Ibrahim bersedih juga dan titik juga airmata beliau. Bahkan tahun
kematian isteri beliau yang tua, Khadijah, beliau namai Tahun Duka. Rasa
yang demikian tidaklah dapat dihilangkan, karena dia adalah sifat jiwa. Dia
timbul dari rasa belas-kasihan, atau rahmat.
Maka
perasaan yang demikian, kalau tidak dikendalikan, itulah yang kerapkali
membawa jiwa merana. itulah yang diperangi dengan sabar, sehingga akhirnya
kesabaran menang, dan kesedihan itu tidak sampai merusak diri. Adapun kalau
ada orang yang mati anaknya* tidak sedih hatinya, dan dia
gembira-gembira saja, itu adalah orang yang tidak berperasaan. Orang yang
berperasaan ialah yang memang tergetar hatinya karena suatu malapetaka,
tetapi dengan sabar dia dapat mengendalikan diri, dan diapun menang. Inilah
yang dirnaksudkan.
Kadang-kadang berkesan pada wajahnya peperangan batin itu, entah kurus
badannya, bahkan sampai setengah buta matanya, sebagai Nabi Ya'kub
kehilangan Yusuf, dan kemudian hilang pula Benyamin, namun beliau tetap
berkata:
"Sabar yang
indah, dan Allahlah tempat memohon pertolongan."
(Yusuf: 83)
Langganan:
Postingan (Atom)