Arti :Yang Maha Pemurah
Klasifikasi :Madaniyah,Makkiyah
Surah ke :55
Juz :Juz 27
*******************************************************************************
Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan
Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman
yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu
dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan
kepemurahan Allah SWT. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan
nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat
nanti.
Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i
Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu
dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat
Allah yang diberikan kepada manusia.
Pokok-Pokok Isi
* Keimanan
o Allah mengajar manusia pandai berbicara
o Pohon- pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah
o Seluruh alam merupakan nikmat Allah terhadap ummat manusia
o Manusia diciptakan dari tanah sedangkan jin dari api
* Hukum-hukum
Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.
* Lain-lain
o Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah s.w.t.
o Banyak dari ummat manusia yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan
o Peristiwa tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal-hal itu benar-
benar terjadi seperti tentang Terusan Suez dan Terusan Panama.
SUMBER:
* Meaning of the Name 'Ar-Rahman' along with the other 98 commonly used Names at GuidedWays.com
* Read Surah Ar-Rahman in many languages www.SearchTruth.com
* Ar-Rahman at Sacred Texts
* Al-Rahman on Al-Islam.org
* Ar-Rahman at Altafsir.com
* onlineQuran Read the Quran online.
* WIKIPEDIA
***************************************
TERJEMAHAN:
Surah Ar Rahman
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,(1)
Yang telah mengajarkan Al Qur'an.(2)
Dia menciptakan manusia,(3)
Mengajarnya pandai berbicara.(4)
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.(5)
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.(6)
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).(7)
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.(8)
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.(9)
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya).(10)
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.(11)
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.(12)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(13)
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,(14)
Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.(15)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(16)
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.(17)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(18)
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,(19)
Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.(20)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(21)
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.(22)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(23)
Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.(24)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(25)
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.(26)
Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.(27)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(28)
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.(29)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(30)
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.(31)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(32)
Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi)
penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya
melainkan dengan kekuatan.(33)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(34)
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga
maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (daripadanya).(35)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(36)
Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.(37)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(38)
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.(39)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(40)
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.(41)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(42)
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.(43)
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.(44)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(45)
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.(46)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(47)
kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.(48)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(49)
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.(50)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(51)
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.(52)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(53)
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra.
Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.(54)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(55)
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan
pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka
(penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh
jin.(56)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(57)
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.(58)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(59)
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).(60)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(61)
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.(62)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(63)
kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.(64)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(65)
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.(66)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(67)
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.(68)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(69)
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.(70)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(71)
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.(72)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(73)
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka
(penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh
jin.(74)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(75)
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.(76)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(77)
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.(78)
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,(QS. 55:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Rahmaan 1 - 2
الرَّحْمَنُ (1) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (2)
Pada ayat ini Allah yang Maha Pemurah menyatakan bahwa Dia telah
mengajar Muhammad saw Alquran dan Muhammad telah mengajarkan umatnya.
Ayat ini turun sebagai bantahan bagi penduduk Mekah yang mengatakan:
إنما يعلمه بشر
Artinya:
Sesungguhnya Alquran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)".
(Q.S. An Nahl: 103)
Oleh karena isi ayat ini mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas
hamba-Nya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling
besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu
nikmat mengajar Alquran. Maka manusia dengan mengikuti ajaran Alquran
akan berbahagialah di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh
pada petunjuk-petunjuk Nya niscaya akan tercapailah tujuan di kedua
tempat tersebut. Alquran adalah induk kitab-kitab samawi yang
diturunkan kepada sebaik-baik makhluk Allah yang berada di bumi ini.
******************************************************************
1. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman,
Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang
dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).
2. Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat
Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ
tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu
(tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika
saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya
seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari
kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.”
(Tsawabul A’mal, hlm 117).
3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jangan tinggalkan membaca
surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak
menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya
bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling
indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun
yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat dengan-Nya daripadanya.
Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering
bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab:
Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia
berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai
kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak
ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima
syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke
surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.”
(Tsawabul A’mal, hlm 117).
************************************************************************
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(QS. 55:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Rahmaan 13
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (13)
Allah menantang manusia dan jin; nikmat manakah dari nikmat-nikmat yang
telah mereka rasakan itu yang mereka dustakan. Yang dimaksud dengan
pendustaan nikmat-nikmat tersebut adalah kekafiran mereka terhadap Tuhan
mereka, karena mempersekutukan tuhan-tuhan mereka dengan Allah. Dalam
peribadatan adalah bukti tentang kekafiran mereka terhadap tuhan
mereka, karena nikmat-nikmat itu harus disyukuri, sedangkan syukur
artinya menyembah Yang Memberi nikmat-nikmat kepada mereka.
Ayat tersebut diulang-ulang dalam surah ini tigapuluh satu kali
banyaknya untuk memperkuat tentang adanya nikmat dan untuk
memperingatkannya. Dari itu, sambil Dia menyebut satu persatu dari
nikmat-nikmat tersebut Dia memisahkannya dengan kata-kata memperingati
dan memperkuat tentang adanya nikmat-nikmat tersebut.
Susunan kata serupa ini banyak terdapat dalam bahasa Arab, dari itu,
telah menjadi kebiasaan bahwa seorang mengatakan kepada temannya yang
telah menerima kebaikannya, tetapi ia mengingkarinya,
"Bukankah engkau dahulu miskin, lalu aku menolongmu sehingga
berkecukupan? Apakah engkau mengingkarinya? Bukankah engkau dahulu
tidak berpakaian, maka aku memberi pakaian; apakah engkau
mengingkarinya? Bukankah engkau dahulu tidak dikenal, maka aku
mengangkat derajatmu, lalu engkau menjadi dikenal apakah engkau
mengingkarinya?".
Seakan-akan Allah SWT berkata, "Bukankah Aku menciptakan manusia,
mengajarnya pandai berbicara, Aku jadikan matahari dan bulan beredar
menurut perhitungan, Aku jadikan bermacam-macam kayu-kayuan, Aku
jadikan aneka ragam buah-buahan, baik di dusun-dusun maupun di
bandar-bandar untuk mereka yang beriman dan kafir kepada Ku, terkadang
Aku menyiraminya dengan air hujan, adakalanya dengan air sungai dan
alur-alur; apakah kamu hai manusia dan jin mengingkari yang demikian
itu?".
**********************************************************************
sumber:
1.Departemen Agama
2.http://masjamal.wordpress.com/2008/06/29/keutamaan-surat-ar-rahman/#comment-180
**********************************************************************
'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya
malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu
orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''
Tidak ada komentar:
Posting Komentar